“Selamat Datang di Kota Sukabumi”

Selasa, 11 Januari 2011

Perusahaan tempatku bekerja managih janji yang pernah kuucapkan sekitar tiga tahun lalu. Janji itu terlontar pertama kali saat staf Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) yang meng-interview kami, lebih dari 1.000 orang pelamar yang antri jadi wartawan. “Apakah bersedia ditempatkan di mana saja?” Mantap aku menjawabnya, “Siap!”. Aku sudah biasa pindah tempat, pikirku kala itu.

Sejak SMP aku sudah terbiasa meninggalkan lingkunganku untuk mencari tempat baru. Ketika teman-teman se-SMP memilih SMA yang tidak terlalu jauh dari rumah, aku memilih sekolah yang harus memakan waktu 1 jam perjalanan. “Biar teman-temannya beda,” alasanku kala itu.

Sebenarnya sudah sejak lulus SD aku berniat melanjutkan sekolah di kota (maklum anak desa), tapi ibuku waktu itu tidak setuju. “Badanmu itu kecil, kalau di terminal dimasukin orang ke karung dibawa lari nggak akan ketahuan,” kata ibuku beralasan. (Tapi itu dulu, sekarang malah susah ngecilin badan hahaha)

Sebelum yang baca bingung, jadi begini, aku lahir dan tinggal di Malang. Tepatnya di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kab. Malang Jawa Timur. Letaknya sekitar 15 km dari pusat Kota Malang. Teman-temanku sering protes kalau aku bilang asal Malang, menurut mereka Singosari itu bukan Malang. Lalu aku harus bilang apa, lha wong memang Kab. Malang kok. Tapi ya sudahlah… saya memang dari kampung. Mau gimana lagi :p

Teman-teman yang saya maksud itu teman-teman jaman SMA. Karena kebanyakan mereka memang orang Kota Malang. SMA ku berada di jantung kota bunga itu. SMA 3 Malang, letaknya di komplek SMA Tugu. Nggak salah sih kalau pada akhirnya mereka bilang saya bukan orang kota.

Lulus SMA, saya memilih untuk sekolah di Surabaya. Tidak jauh dari Malang. Sebelum Lapindo membedah perut bumi dan memuntahkan lumpur hitam pekat di Porong (Sidoarjo), jarak tempuh Malang-Surabaya hanya 2 jam saja. Tapi sejak lumpur menelan jalan tol, maka jarak tempuhnya menjadi berlipat. Tidak bisa diperkirakan lagi.

Lalu ketika lulus, aku ingin mewujudkan keinginanku selanjutnya. Waktu itu aku terobsesi dengan tiga kota, Bandung, Yogyakarta dan Bali. Di tiga kota itulah aku ingin menghabiskan waktuku selanjutnya. Maka aku mulai mencari kerja di Bandung. Ternyata Tuhan memberi jalan. Sejak November 2007 aku tinggal di Bandung.

“Terhitung sejak 24 Maret 2011 Anda ditugaskan di daerah peliputan Kota Sukabumi,” begitu kira-kira Surat Keputusan Pemimpin Redaksi yang aku terima sore hari menjelang dedlen.

Kota Sukabumi? tidak pernah terlintas akan tinggal di kota itu. Meskipun aku berpacaran dengan seseorang yang tinggal di Sukabumi, tidak pernah terlintas akan berdiam di sana. Tenaaaang… ini sudah biasa terjadi. Pindah kota, hanya soal mengangkut barang ke tempat yang baru, berkenalan dengan orang baru dan menikmati suasana baru ini.

Tapi ternyata tidak semudah seperti yang sudah-sudah. Hari kepindahan itu, ibu kos yang aku tumpangi hampir tiga tahun berurai air mata. Pelukannya erat, air matanya mengalir deras. Aku terseret. Air mataku ikut tumpah.

Semalam sebelumnya, air mata juga tumpah setelah berkumpul dengan sahabat-sahabat. Aaaahhh memilukan.

Kebetulan, pacarku yang berprofesi sama juga dipindahtugaskan. Dari Bandung ke Tasikmalaya. Tidak jauh memang. Masih satu provinsi. Tapi sejak hampir seluruh waktu kami tersandera pekerjaan, berada di dua kota yang berbeda itu tetap saja akan membuat perbedaan.

So, here I am…. Kota Sukabumi. Kota kecil yang menyenangkan meski tak ada bioskop :p

Aku tak tahu sampai kapan aku akan berada di sini. Aku hanya berharap bisa melewatinya dengan baik. Setidaknya, keberadaanku di sini bisa memberi sedikit manfaat.

Bagiku, kepindahan ini juga sebagai perwujudan janji. “Bersedia ditempatkan di mana saja”. Karenanya aku tak pernah sekalipun berusaha menawarnya. Aku tak mau merajuk kepada pimpinan untuk menunda atau membatalkan penugasan ini. Aku pun tak iri dengan mereka yang berhasil membuat perusahaan berubah pikiran. Sebab apa enaknya hidup di atas ingkar. Ingkar atas ucapan sendiri.

Aku siap… meniti satu jalan baru… karena ini adalah bagian dari ribuan langkahku meniti jagad ini…

Semangaaatttt!!! 🙂

Advertisements

3 thoughts on ““Selamat Datang di Kota Sukabumi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s